Pemikiran sederhana untuk mengatasi permasalahan keterlambatan data kesehatan

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Informasi ini diperoleh dari kumpulan data. Data di bidang kesehatan sampai saat ini belum tepat waktu dan keakuratnnya pun dipertanyakan. Permasalahan ini sangat klasik karena dari dulu sampai sekarang belum teratasi.

Beberapa pemikiran sederhana untuk mengatasi hal tersebut :

1. Harus ada UU/ peraturan yang mengatur sistem pencatatan atau apapun namanya, sehingga baik sarana milik pemerintah maupun swasta memiliki alur data yang jelas dan wajib di lalui. Misalnya di bidang kesehatan : Dinkes, RSU, Puskesmas, Badan/ Balai, praktek dokter, apotik dll memilki sistem pencatatan yang terintegrasi, artinya strukturnya ada kesamaan supaya sistemnya dapat terintegrasi.
2. Harus ada koordinasi antara program sehingga pencatatannya tidak berjalan sendiri-sendiri untuk mencegah pencatatan berulang di tingkat bawah. Koordinasi ini harus dimulai dari tingkat pusat karena sumber masalah ini dari sana.
3. Seluruh struktur data harus berbasis individu (pelayanan dalam gedung, sarana, tenaga, pelayanan luar gedung dll)
4. Libatkan banyak pihak.
5. Pencatatannya pada elektronik.
6. Sektor kesehatan tidak perlu terlibat langsung pada pekerjaan fisik sistem informasi, serahkan pada Depkominfo, sektor kesehatan menyusun strukturnya berdasarkan kebutuhannya.
7. Supaya biayanya murah, guakan open source…

Tambahan dari Mas Jojok ;
8. Harus ada komitmen.
Tambahan dari guetangguh2@gmail.com;

9. Pembangunan internal kontrol
10.Adanya standar operasi prosedur yang jelas dan dipahami dgn baik oleh elemen-elemen yang ada.
11.Peningkatan kualitas SDM yang terus-menerus
12.Adanya proyeksi jangka panjang ttg target pengembangan infrastruktur kesehatan
13…. ayo + lagi..

By Sudarku

8 Responses to “Pemikiran sederhana untuk mengatasi permasalahan keterlambatan data kesehatan”


  1. 1 Chandra Agustus 10, 2009 pukul 8:31 am

    Yang susah itu no 2 boss ..
    Kepentingan Program itu, sangat sulit dibendung …
    Komitmen hanya tinggal komitmen dan kata2 menjadi pemanis saja, saya pribadi sangat prihatin dengan yang namanya koordinasi itu ..

    bagaimana daeng ..

  2. 2 sudarianto Agustus 11, 2009 pukul 5:40 am

    Robah mindset minimal 10 orang dalam satu kantor, minimal seperti Chandra, kemudian bentuk tim…
    Coba…

  3. 3 yanti September 8, 2009 pukul 3:21 am

    betul kata chandra kepentingan program sangat dominan, tetapi peran pimpinan sangat berperan untuk meredam ego masing-masing program, jadi jika ingin robah mindset harus dari penentu kebijakan di program tersebut (Ka.subdin) karena jika dari bawah (programer) dia tidak punya power.
    Tapi harus sabar dan terus menerus chan…, karena komitmen yang telah dibuat bersama dalam ruangan ketika kembali ke pelaksanaan biasa beda lagi. Tapi memang harus dicoba..

  4. 4 dino September 25, 2009 pukul 6:21 am

    Gimana kalok point 2 dan 4 itu dikawinin aja, kan sama…nanti anaknya jadi “kesepakatan” khikikiikik…….

    Trus yang nomer 6, jangan dong pak konke……kan lumayan ikut-ikut panitia, trus nanti kalok diserahkan sama depkominfo malah gak sesuai dengan kebutuhan kita.

    Jangan gampang nyerahin kerjaan keinstansi laen, banyak contohnya….ssssttt urusan Kesehatan Ibu dan Anak sudah dilirik sama PKK lho…….

    Nanti kalok diserahin ke instansi laen, malah sulit mengawinin point 2 dan 4……

    Salam…Maaf ilang timbul….

  5. 5 Sando Pranata November 12, 2009 pukul 4:22 pm

    Untuk point no.3 saya tidak setuju karena tidak mungkin data kesehatan harus individu, karena di indonesia sampai 20 tahun lagi tidak mungkin kita punya data kesehatan berbasis individu karena itu memerlukan biaya yang besar hal ini berarti setiap penduduk indonesia memiliki no.rekam medik sendiri dan kemungkinan menggunakan smart card dan juga data kegiatan dalam dan luar gedung serta jenis penyakit dan penyebarannya bentuk datanya adalah data aggregat kegiatan sehingga tidak bisa berbasis individu

    jadi saya mohon dalam merilis suatu kebijakan harus memahami dulu sistem informasi yang benar, logis dan dapat dijalankan di Indonesia

    wassalam

  6. 6 sudarianto November 19, 2009 pukul 6:20 am

    @sando pranata :
    Kalau komentar anda itu benar, maka selama itu juga tidak akan pernah data kesehatan akurat dan tepat waktu.

  7. 7 ryankharisma88 November 21, 2009 pukul 12:36 am

    Infonya bermanfaat, terima kasih. Salam persahabatan…
    (By: http://ryankharisma88.wordpress.com)

  8. 8 cokroaminoto Juni 7, 2010 pukul 3:12 am

    Pada prakteknya, yang harus ada dulu no. 8. Saya setuju dengan mas jojok. salam untuk senior!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 291,443 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: