Apa khabar SIKNAS ONLINE ?

Seperti judul salah satu tulisan di Blog Pak Anis, apa khabar SIM RS…. (tetapi tulisan saya ini bukan plagiat lho pak…nuwun sewu, cuma nyunting judulnya saja, hee).

Tulisan ini saya buat karena rasa “ gemes” dan rasa kecintaan saya dengan depkes karena saya adalah salah satu warga depkes community. Saya ingin mewujudkan kecintaan tersebut dengan sedikit berkontribusi, yaitu memberi tanggapan berkaitan dengan kebijakan depkes yang menerapkan SIKNAS ONLINE di institusi dinas kesehatan pada tingkat kabupaten/kota dan propinsi di seluruh Indonesia. Secara pribadi saya berterima kasih kepada depkes yang telah memulai hajatan besar ini, sehingga kita berharap karyawan kesehatan di tingkat paling bawah tidak lagi buta teknologi informasi, namun tentu bukan ini yang menjadi tujuan pengembangan SIKNAS ONLINE…

Belum basi, meskipun secara resmi telah dimulai sejak tahun 2007 dengan dikeluarkannya Kepmenkes Nomor : 837 tahun 2007.

Bahwa perjalanan SIKNAS ONLINE itu bukanlah karena tiba-tiba bim salabim… atau bersifat ad hoc dari sebuah kebijakan pemerintah dalam hal ini departemen kesehatan, tetapi sudah melewati rentang waktu yang cukup lama untuk pada akhirnya sampai pada kebijakan penerapan SIKNAS ONLINE. Kebijakan tersebut mungkin secara resmi mulai dirintis sejak adanya seminar yang diselenggarakan oleh departemen kesehatan dengan judul Sistem Informasi Kesehatan dan Pengembangan Bank Data Kesehatan Kabupaten/Kota di Jakarta tanggal 27 Agusus 2004 yang dibuka oleh menteri kesehatan yang pada saat itu masih dipimpin oleh Bapak dr. Achmad Sujudi. Pada saat pembukaan dalam kata sambutannya, beliau mengatakan bahwa dengan adanya pengembangan sistem informasi yang baik dan berbasis pada teknologi informasi diharapkan mampu mengamati kejadian-kejadian penyakit dari hari ke hari, sehingga dengan cepat dapat mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya wabah atau kejadian luar biasa. Kejadian peningkatan gizi buruk, ledakan malaria, diare, demam berdarah dapat diantisipasi lebih awal karena memiliki informasi yang memadai.

Jadi tujuan pengembangan Sistem Informasi (SI) berbasis Teknologi Informasi (TI) di institusi kesehatan (K) pada awalnya bertujuan untuk menanggulangi kesehatan masyarakat, yaitu mencegah KLB penyakit menular dan gizi buruk meskipun dalam perkembangannya sekarang sudah banyak digunakan untuk menopang kegiatan manajemen institusi kesehatan dan upaya kesehatan perorangan. Departemen kesehatan juga menetapkan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) sebagai salah satu strategi utama dan juga sasaran ke-14 dari 17 sasaran pembangunan kesehatan di Indonesia (Konsultasi Eksekutif Bogor, 26 Maret 2008).

Pengalaman dari berbagai daerah; penerapan sistem informasi berbasis teknologi informasi sudah banyak mengalami interuptus erektus alias kegagalan karena tidak dapat memenuhi tujuan awal penerapan sistem informasi sehingga beberapa produk SI berbasis TI yang sudah dikembangkan di beberapa daerah ditinggalkan oleh pengguna, sebut saja SP2TP, SIM Obat, SIKKA, SIMPEG dan ironisnya produk SI (K) yang kami sebutkan tadi adalah kebijakan top down dari depkes yang pada awal pengembangannya memang memiliki tujuan yang baik yaitu ingin memperbaiki manajemen data sehingga menjadi informasi yang dapat membantu mendukung pengambilan keputusan organisasi yang lebih efisien dan efektif.

Mengapa terjadi kegagalan penerapan sistem informasi kesehatan seperti yang telah diuraikan di atas ? dalam beberapa kasus banyak berkaitan dengan relevansi kebutuhan TI yang tidak sesuai dengan kebutuhan user karena pada saat dimulainya pengembangan SI user tidak diikutkan terlibat sebagai anggota team pengembangan atau pengembang tidak memastikan user faham dengan apa yang harus dilakukan bila SI (K) telah terpasang dan siap dioperasikan, atau bisa juga karena ketidakmampuan petugas pengelola SI di kabupaten/kota karena tidak dibekali ilmu dan pengetahuan yang cukup mengenai pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan SI, kemudian juga dapat disebabkan karena pemilihan vendor yang kurang kualified, proyek manajemen pengembangan sistem informasi yang masih kurang baik, dan banyak lagi sebab lainnya. lalu bagaimana dengan SIKNAS ONLINE ? Saya khawatir sekali SIKNAS ONLINE akan bernasib sama dengan SI (K) yang sudah duluan menjadi almarhum karena tidak lagi digunakan, padahal tidak sedikit biaya, tenaga yang telah dikeluarkan…

Sebenarnya kita bisa mengeliminir kegagalan dengan belajar dari pengalaman kegagalan pengembangan sistem informasi di institusi kesehatan pada masa lalu, asalkan ada willness yang kuat dari depkes sampai pada pimpinan dan para pelaksana sistem informasi pada institusi kesehatan di tingkat kabupaten/kota, pemda dan institusi terkait sebagai user non aktif yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung dengan adanya pengembangan sistem informasi kesehatan di daerahnya.

Meskipun tidak dapat dipungkiri, dalam banyak kasus di pemerintahan tidak terkecuali di departemenkesehatan, orientasi pembangunan TI masih sekadar yang penting ada proyek . Artinya, proyek pembangunan TI tidak berangkat dari sebuah kebutuhan kongkrit dari operasional institusi, begitukah ?

By. dey

2 Responses to “Apa khabar SIKNAS ONLINE ?”


  1. 1 Maula Juni 20, 2008 pukul 4:43 am

    Trus enaknya bagaimana ya???

    [chandra] say :
    Enaknya Gimana???? Hemat saya, siknas online ini sebaiknya dipupuk dulu Leadershipnya di Dinkes Prov/Kab/Kota. Mengapa harus Leadership ??? Tentunya jika ingin sistem ini berjalan dengan baik dan terkontrol Leadership mempunyai pengaruh yang sangat besar.
    Kalo kita tengok siknas online ini dari Depkes di Jakarta sana pasti akan sangat berbeda bila pandangan kita dari Dinas Kesehatan di Kab/Kota.
    Kayaknya sekian dulu komentar saya, ntar kalo kepanjangan kayak kuliah lagi ………. kalo Om Dino gimana? Mau jawab apa ????? Hayo …….

    Dino, bilang :
    Kalo Om Chandra cerita pupuk memupuk (mang taneman, om?)….sejalan juga sih dengan pendapatnya Om Chandra…..Mari Kita Belajar Dari Pengalaman. Pembangunan dan pengembangan TI (k) itu mang harus dilakukan terus, tetapi pembangunan dan pengembangannya harus holistik….tidak terkotak2, karena komponen pengembangan dan pembangunan suatu SI (k) itu banyak, tidak hanya ada software trus SI (k)nya dapat berjalan…tetapi juga komponen manajemen (organisasi), personal dan budgettingnya juga kudu siap…..baca deh di artikelnya Pak Anis


  1. 1 Simpus KIA - Harapan dan Kemungkinan « Puskesmas [dot] info Lacak balik pada Oktober 21, 2008 pukul 11:30 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 291,427 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: