Pembentukan Tim Pengelola SIK di Kab Bintan

Ini merupakan diskusi Online pertama bagi mahasiswa SIMKES 2006 bersama Bapak Anis Fuad, DEA dan diikuti 14 mahasiswa. Pada kesempatan ini ada beberapa cerita baik dari Pak anis dan mahasiswa SIMKES 2006, khususnya Pak Damrie yang berkesempatan bercerita mengenai rencana pengembanngan SIK di Kepri.

Pak Anis berbagi sedikit cerita mengenai kegiatannya di Taiwan dalam rangka kongres APAMI (Asia Pacific Association of Medical Informatics), untuk lebih lengkapnya silahkan buka blog Pak Anis. Pada kesempatan ini Pak Anis juga menyampaikan suatu informasi mengenai Konferensi Medical Informatic sedunia pada Agustus 2007 di Brisbane dan bagi mahasiswa yang berminat untuk presentasi dapat mengirimkan paper. Mengenai informasi ini lebih lanjut dapat dilihat di http://www.medinfo2007.org.

Selain informasi di atas, pada kesempatan ini Pak Damrie bercerita mengenai asal mula pembentukan Tim Pengelola SIK di Kabupaten Bintan dan apa saja yang akan dilakukan oleh tim tersebut. Berwawal dari 2 minggu mengikuti perkuliahan SIMKES, setelah kembali ke Kepri Pak Damrie melapor ke KaDiskes mengenai teori dan praktik serta manfaat perkembangan SIK di Sarana pelayanan Kesehatan khususnya di daerah Jawa tengah. Hal tersebut mendapat tanggapan yang cukup bagus dan Pak Damrie mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hal tersebut dihadapan para Kepala Dinas, Bidang, Seksi dan Kepala Puskesmas. Hasil dari presentasi tersebut dibentuklah TIM Pengelola SIK di Kabupaten Bintan, dengan anggota tim yang terdiri dari lintas program (Bidang Yankes, Bidang P2P, Bidang Promosi, Bidang PL, Bidang Bina Program), penanggung jawab (para Kepala Bidang) dan Ketua Pelaksana (Pak Damrie). Untuk lintas sektor pada saat ini belum dilibatkan, menunggu berjalannya program dan setelah koordinasi serta sosialisasi dengan pihak Bapeda.

Pada saat ini tim tersebut sedang mempersiapkan seluruh perangkat pendukung dan mensosialisasikan rencana kegiatan untuk tahun 2007 serta pengumpulan data untuk dijadikan data base. Selanjutnya untuk jadwal dan kegiatan akan disusun tahun depan secara bertahap setelah dilakukan studi banding di Dinkes Purworejo dan juga mencari sumber-sumber literatur lain. Selain itu juga perkembangan dari kegitan ini telah disampaikan kepada Bupati dan akan segera dilakukan peninjauan persiapan yang telah dilaksanakan oleh Dinkes.

Kegiatan SIK yang dikelola oleh Pak Damrie dan tim dijadikan uji coba untuk pengembangan Sistem Informasi Manajemen pada setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Bintan dan memiliki anggaran sendiri dari APBD, yang saat ini sedang disusun penyesuaiannya dengan Permendagri 13.

Dari apa yang diceritakan Pak Damrie, Pak Anis memberikan beberapa tambahan, yang merupakan penutup diskusi. Dikatakan dalam kongres APAMI di Taiwan, salah satu lesson learned dari berbagai negara tentang kemajuan sistem informasi kesehatan adalah adanya kebijakan dan rencana strategik pemerintah yang jelas, dimana antar negara menamakan dokumen tersebut bervariasi. Negara yang memiliki hal tersebut Taiwan, Jepang, Singapura dan Malaysia, yang dinamakan Public Health Information Infrastructure. Sebagai contoh mengenai kebijakan tersebut, Presiden AS menunjuk Koordinator Nasional Pengembangan IT untuk Kesehatan. Jika itu di Indonesia, maka koordinator di level kabupaten adalah Pak Damrie. Sehingga indikator utama tim ini adalah dokumen strategik planning pengembangan SIK. Dalam kesempatan ini Pak Anis juga memberikan saran untuk studi banding selain di Purworejo, bisa dilakukan di Malaysia atau Singapura, kemudian bisa melakukan studi literatur pengalaman berbagai negara lain mengenai pembuatan kebijakan atau rencana strategik.

(Untuk file diskusi dapat dilihat di E-Learning SIMKES)

By : Nia

4 Responses to “Pembentukan Tim Pengelola SIK di Kab Bintan”


  1. 1 simkesugm06 November 13, 2006 pukul 2:31 am

    Dari cerita pak Anis dan pak Damri Sabtu (4 NOP 06 ), sebetulnya saya di Balikpapan juga ingin sekali melakukan melaksanakannya. Tapi situasinya agak lain;
    1. Status sy sebelum tugas belajar adalah pegawai Puskesmas, jadi akses utk masuk ke Dinas tdk selancar Pak Damri.
    2. Status tugas belajar (reguler) juga jadi menghambat, krn kalo kita harus kerja di Dinas, akan menimbulkan pertanyaan, kenapa Tugas belajar tp masih kerja.

    Sebetulnya saya sudah melaksanakan sosialisasi tentang Simkes kepada Kepala Dinas, dan beliau sangat mendukung serta mempunyai keinginan yang sama dengan kita (mhs Simkes) yaitu menjadikan sistem informasi kesehatan yg terintegrasi diantara sub sistem yang ada.
    Ada beberapa hal yang memungkinkan untuk mencapai keinginan tsb :
    1. Sudah adanya LAN di DKK
    2. WAN di Pemkot dan Kantor lurah se Balikpapan ( sistem on line kependudukan )
    3. Komputer dan WEB sdh dimilki oleh semua Puskesmas di Balikpapan
    4. Pulsa telpon Puskesmas ditanggung Pemkot tak terbatas
    5. Adanya Karyawan DKK yang cukup handal menguasai IT

    akan tetapi LAN, WEB dan internet yang ada di Dinas Kesehatan dan Puskesmas tersebut belum berjalan oleh faktor yang belum diketahui, mungkin ini jg merupakan salah satu alternatif pertanyaan penelitian.. ..kira faktor-faktor apa ya…?… Tolong dong teman-teman masukannya.

    TRIMS..

    By Solihin (upload : Nia)

  2. 2 simkesugm06 November 13, 2006 pukul 4:24 am

    Pak Solihin, kalau kita makan, kan dimulai dari sendok atau suap pertama, kenapa bapak tidak mulai dari Puskesmas bapak, membuat sistem informasi tingkat Puskesmas menurut hemat saya tidak kalah rumit dibanding tingkat dinas.

    Begitu dulu Pak Sol (kalo di sinetron ada “dunia tanpa koma” maka di Simkes ada “sol tanpa la” heeee… becanda ya Pak Sol).

    By Boedi (Upload : Nia)

  3. 3 simkesugm06 November 16, 2006 pukul 12:38 am

    Betul mas Boedi. Di Samarinda ada puskesmas yang tidak hanya memiliki sistem informasi berbasis komputer untuk mendukung recording dan reporting, tetapi juga aktif sebagai produsen knowledge dan mendiseminasikannya melalui Internet. Sila kunjungi blog Puskesmas Palaran di http://puskesmaspalaran.wordpress.com/. Nggak usah jauh-jauh ke Mlati atau Salaman, pak Solihin bisa belajar dari sana dan mengidentifikasi kunci sukses inovasinya.

    salam, 4n15 (bukan h5n1)

  4. 4 puskesmaspalaran November 18, 2006 pukul 12:51 am

    Wah, hebat nih tampilan andreas09 nya … balasan mertamu kami, dibuat kagum dengan ulasan ilmiahnya, semoga dalam aplikasinya dapat memeberi manfaat bagi sesama
    amin
    puskesmaspalaran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 291,427 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: