Gambaran Penerapan SIK di Sulsel

Sudarianto (Sudarku@yahoo.co.id) Dinkes Prov. Sulsel)
Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/ Kota adalah tulang punggung bagi pelaksanaan Pembangunan Daerah berwawasan kesehatan di kabupaten/ Kota yang bersangkutan, oleh karena itu sistem ini diharapkan dapat menyediakan data dan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan sebagai landasan bagi para penentu kebijakan dalam pengambilan keputusan berlandaskan fakta (evidence based decision making).
Kebutuhan informasi untuk pengambilan keputusan di berbagai jenjang administrasi di lingkungan Dinas Kesehatan menuntut kemampuan penyediaan informasi yang memiliki akurasi dan validasi tinggi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Kualitas informasi ini ditentukan antara lain oleh kualitas perangkat keras dan perangkat lunaknya, serta yang terpenting adalah kualitas manusia yang berperan sebagai pengelola dan pengguna informasi tersebut.
Permasalahan yang sangat mendasar adalah hingga saat ini belum pernah dapat disajikan data benar-benar sesuai fakta, meskipun pemerintah (baik pusat maupun daerah) telah berupaya menangani persoalan tersebut namun hingga saat ini yang ditangani hanyalah pada permukaan saja tanpa menangani yang lebih mendasar yakni pada pencatatan dan pelaporan secara mendasar di tingkat Puskesmas.
Di Sulawesi Selatan, secara internal, pelayanan kesehatan di puskesmas banyak mengalami hambatan dalam pengelolaan data, hal ini dikarenakan jumlah data yang sangat besar, sebab pencatatan data dilakukan berulang-ulang (terjadi redudansi data) mengakibatkan data membengkak dan pelayanan menjadi lambat, penyimpanan data yang belum terpusat (unintegrated data) mengakibatkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian memiliki asumsi yang berbeda-beda. Hal ini dapat diperparah lagi dengan adanya human error dan terbatasnya sarana dan prasarana pendukung pengolahan data. Secara eksternal, globalisasi menjadi pemicu perubahan dan tantangan saat ini, perkembangan teknologi dan telekomunikasi informasi membentuk suatu dunia baru tanpa batas. Globaliasasi ini mengharuskan sektor kesehatan melakukan peningkatan daya saing.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka pada bulan pebruari 2006 tim sekretariat data dan informasi kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan melakukan need assesment dalam rangka penyusunan kerangka Sistem Informasi Kesehatan di Sulawesi Selatan untuk menata sistem informasi kesehatan yang ada khususnya dalam menginventarisir kebutuhan data/informasi untuk transaksi dan layanan serta menginventarisir kegiatan dan pelayanan publik pada masing-masing unit untuk penyusunan struktur dan database relasional di Kab/ Kota uji coba yaitu Kab. Bantaeng dan Kota Palopo yang dilanjutkan dengan work shop hasil need assesment. Dari hasil work shop inilah direkomendasikan kebutuhan-kebutuhan dipuskesmas yang akan menjadi dasar penyusunan struktur database.
Program yang dipilih untuk digunakan dalam rangka pengelolaan data base pada Kab/ Kota uji coba tersebut adalah foxbase dengan pertimbangan program ini mempunyai kapasitas rendah dengan mengingat rata-rata komputer yang digunakan di puskesmas adalah komputer biasa (non pentium).
Setelah penyusunan struktur database, mulai 1 Mei 2006 sampai 14 Agustus 2006 tim sekretariat data dan informasi kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan telah melatih tenaga pengelola database puskesmas sebanyak 316 orang dan 23 orang pengelola SIK Kab./ Kota tentang pengoperasian struktur database kunjungan pasien tersebut.

Target propinsi adalah setiap puskesmas memiliki minimal satu komputer untuk mengoperasikan program ini. Kemudian diback up ke Kab./ kota dan selanjutnya sampai di propinsi. Prinsip kerja di tingkat Kab./ Kota dan propinsi hampir sama, yaitu Dinas kesehatan Kab./ Kota menggabung data dari semua puskesmas, dan begitupun propinsi menggabung data dari seluruh kabupaten/ kota. Database yang dientri di puskesmas semua terback up sampai di propinsi, hal ini dilakukan karena sistem jaringan belum terhubung dari puskesmas ke kabupaten/ kota dan propinsi.

Timbul pertanyaan :
1.Sejauh mana keberhasilan penerapan pengelolaan database kunjungan pasien di puskesmas se
Sulawesi Selatan ?
2.Apakah yang mendorong dan menghambat penerapan pengelolaan database kunjungan pasien
di puskesmas se Sulawesi Selatan ?
3.Strategi apa yang akan diterapkan untuk mengembangkan pengelolaan database yang
terintegrasi kesemua program kesehatan di Sulawesi Selatan ?

Untuk menjawab pertanyaan di atas harus dilakukan penelitian. Apakah judul penelitian yang tepat untuk menjawab pertanyaan di atas ?

4 Responses to “Gambaran Penerapan SIK di Sulsel”


  1. 1 simkesugm06 September 13, 2006 pukul 2:50 am

    Pak Anto,
    Terima kasih atas paparannya yang menarik tentang pengembangan sistem informasi kesehatan di Propinsi Sulawesi Selatan. Sangat jelas bahwa apa yang telah dilakukan tersebut dapat menjadi topik penelitian. Paparan tersebut juga dapat menjadi lebih dari satu judul penelitian yang tepat. Pengembangan judul dan topik penelitian yang tepat sangat tergantung kepada bagaimana Anda mengidentifikasi masalah penelitian. Nah, penelitian yang akan dibuat ditujukan untuk meneliti kesenjangan antara teori dan realitas yang ditemukan dalam pengembangan sistem informasi kesehatan di Sulsel.
    Ada publikasi yang menulis kesenjangan antara metode pelatihan database dengan penggunaannya. Ada pula artikel yang menuliskan faktor sistemik, lingkungan dan teknis sebagai determinan keberhasilan Sistem Informasi Kesehatan. Braa menuliskan tentang jaringan action research dalam pengembangan SIK di Afrika Selatan, Mozambik, India dan Mongolia. Ada pula yang meneliti tentang kesesuaian antara sistem database dengan kebutuhan informasi kesehatan.
    Mungkin pak Anto ada jawaban sementara dari ketiga pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya?
    >1.Sejauh mana keberhasilan penerapan pengelolaan database kunjungan pasien di >puskesmas se Sulawesi Selatan ?
    >2.Apakah yang mendorong dan menghambat penerapan pengelolaan database >kunjungan pasien di puskesmas se Sulawesi Selatan ?
    >3.Strategi apa yang akan diterapkan untuk mengembangkan pengelolaan database >yang terintegrasi kesemua program kesehatan di Sulawesi Selatan ?

    by Anis

  2. 2 simkesugm06 September 18, 2006 pukul 9:55 am

    Dari 23 kab/ kota yang ada di Sulsel, sampai tanggal 18 September 2006 baru 7 kab./ kota (121 puskesmas) yang sempat kami hubungi, berkisar 23 puskesmas (19%) yang menerapkan pengelolaan database kunjungan puskesmas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat 16 kab/ kota (termasuk kab/ kota uji coba) dapat kami hubungi dan mendapat informasi tentang penerapan pengelolaan database kunjungan puskesmas tersebut.

  3. 3 sugeng wiyana November 25, 2006 pukul 1:21 am

    kondisi SIMKES di Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala

  4. 4 sugeng wiyana November 25, 2006 pukul 1:33 am

    Di kabupaten Donggala kondisi SIMKES-nya dapat dikatakan masih sangat memprihatinkan. Dari 24 puskesmas yang ada di kabupaten Donggala baru 14 puskesmas yang tersedia komputer itupun hanya satu komputer pada tiap puskesmas. Komputer pada puskesmas semuanya hanya difungsikan untuk kepentingan administrasi, belum ada yang digunakan untuk record data pasien.
    Saya ingin ada masukan :
    1. Bagaimana penggunaan komputer yang optimal di puskesmas
    untuk mendukung sistem informasi kesehatan.
    2. Bagaimana model SIMKES yang minimal bisa dilakukan untuk
    tingkat kabupaten dengan kondisi yang terbatas (belum ada LAN
    di kantor Dinkes)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 291,443 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: