Assessment Sistem Informasi Kesehatan menggunakan tool Health Metrics

Dari diskusi yang dipandu oleh bapak Anis dapat di simpulkan beberapa hal yaitu ;

SIK DI INDONESIA MASIH TERGOLONG RENDAH DALAM ARTIAN KURANG MEMADAI HAL INI TERCERMIN DARI HASIL PENGOLAHAN KUESTIONER YANG DIISI OLEH SELURUH PESERTA PERKULIAHAN DENGAN HASIL ANALISA SEBAGAI BERIKUT :

1. RESOURCES ( SUMBER DAYA ) DENGAN PENILAIAN :
2. INDIKATOR DENGAN PENILAIAN ;
3. SUMBER DATA :
4. DATA MANAGEMENT :

Sumber bacaan: HMN Assessment Tool

28 Responses to “Assessment Sistem Informasi Kesehatan menggunakan tool Health Metrics”


  1. 1 simkesugm06 Agustus 31, 2006 pukul 3:55 am

    sepertinya assessment sistem informasi ada lebih dari 4 kategori dan ada nilai analisanya, mana .. ?? kalau kasi info yang lengkap lah

  2. 2 yose Agustus 31, 2006 pukul 3:56 am

    Perkuliahan Health Matrix sangat bermanfaat sekali bagi pengembangan sistem informasi kesehatan di indonesia , dimana sebagian besar yang dipelajari di health matrik adalah merupakan sebuah tool yang dapat menilai seberapa jauh kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat , hal ini menurut pendapat saya perlu dikembangkan kearah yang lebih tepat guna dan seefisien mungkin

  3. 3 simkesugm06 Agustus 31, 2006 pukul 3:58 am

    PERTAMA : REPOT karena bahasanya itu lho
    KEDUA : Saya tahu bahwa daerah saya tidak lebih jelek dari daerah lain.
    KETIGA : Teori dan Praktek SIK maih perlu penyesuaian2 dan kerennya REGULASI.

    Tq. Wassalam Dhamrie_sayid

  4. 4 irmansyah Agustus 31, 2006 pukul 3:58 am

    Informasi kesehatan yang valid, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan merupakan sesuatu yang mutlak dalam penyusunan perencanaan program pembangunan kesehatan pada semua level mulai dari Pusat, Propinsi dan Kabupaten.Kota

  5. 5 anis Agustus 31, 2006 pukul 3:58 am

    untuk yg memberikan komentar pertama, bisa melengkapinya?

  6. 6 yanti Agustus 31, 2006 pukul 3:58 am

    ternyata Sistem Informasi Kesehatan kita masih dalam tahap pembelajaran, semoga SIMKES 2006 dapat memberi warna dalam perkembangan SIK di berbagai daerah, walaupun perubahan yang dilakukan tersebut dalam skala kecil,

  7. 7 Kristina Agustus 31, 2006 pukul 3:59 am

    untuk pak anis yang sudah berpengalaman banyak dan sudah mendapat pengetahuan yang cukup untuk SIK supaya diberikan hikmat untuk menyampaikan ilmu tersebut dengan sempurna sehingga kita semua bisa memahami ilmutersebut dan bbisa menerapkan di instansi kita masing masing;masing sehingga apa yang kita cari selama ini mendapatkan buah yang berharga bagi daerah kita dan carir kita dimasa mendatang. semoga

  8. 8 jelita Agustus 31, 2006 pukul 4:00 am

    Memang benar adanya bahwa SIK di Indonesia itu pada dasaranya masih kurang memadai ini, hal inilah yang menjadi faktor penghambat dalam upaya peningkatan derjat kesehatan masyarakat. Nah beranjak dari problem yang ada kita akan ditantang kedepan bagaimana kita bisa menciptakan suatu Sistem Informasi Kesehatan yang lebih terintegrasi dg baik sehingga kita dapat mempraktekkan ilmu yang kita peroleh di SIMKES-UGM.

  9. 9 anis Agustus 31, 2006 pukul 4:00 am

    buat pak Yose, Health Metrics bukan Health Matrix…nanti sama dengan filmnya cak Keanu Reaves itu….

  10. 10 dino sumaryono Agustus 31, 2006 pukul 4:00 am

    Harus dimengerti dahulu item – item toolnya (apa yang dimaksud, apa saja indikatornya, dsb) baru kita dapat melakukan penilaian dan pemilihan item – item penilaiannya sangat tergantung dengan kebutuhan daerah, seperti item indikator-indikator ISO

  11. 11 aams Agustus 31, 2006 pukul 4:01 am

    masalah yang mendasar dalam sistem informasi kesehatan adalah sumber daya manusia,ini dihubungkan dengan lemahnya petugas dalam,menganalisis sistem,design sistem sehingga informasi yang ada belum melalui proses yang semestinya…
    mudah-mudahan Peminatan SIMKES UGM adalah salah satu solusi dari permasalahan SIstem informasi Kesehatan

  12. 12 simkesugm06 Agustus 31, 2006 pukul 4:02 am

    hasil assessment sudah kita bahas bersama dan hasilnya dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan kita ternyata masih kurang baik (semoga kita yang sekarang ini menjadi pendongkrak kemajuan SIK di negara kita) setuju ngak?

  13. 13 anis Agustus 31, 2006 pukul 4:03 am

    pak Dino, saya kira akan lebih baik bila daftar item assessment tersebut kita indonesiakan (sama seperti tugas masing-masing dari kita) kemudian kita posting-kan di sini, setuju nggak? Perkara bahasa indonesianya masih salah-salah, namanya juga belajar.

  14. 14 yose Agustus 31, 2006 pukul 4:04 am

    terimakasih pak atas koreksinya , maklumlah saya masih baru mengenal health matric, dalam hal ini saya mau tanya pak apakah tool health matric udah di teliti dan sudah seberapa jauh penggunaannya di sistim informasi kesehatan di Indonesia

  15. 15 vera Agustus 31, 2006 pukul 4:05 am

    Tapi itu lah adanya yang terjadi dilapangan, seperti SIK di daerah ditempat saya bekerja (kab. solok selatan sumbar), SIK baik yang dilihat dari berbagai aspek sesuai dengan pengisian kuesioner, masih bayak sekali kekurangannya, ini mungkin juga di akibatkan karena kabupaten solok selatan yang baru pemekaran, tetapi saya punya harapan agar SIK yang ada di Kabupaten Solok Selatan pada masa yang akan datang jauh lebih baik dan menuju sempurna

  16. 16 wiek Agustus 31, 2006 pukul 4:06 am

    dengan realita bahwa sistem informasi kesehatan kita yang masih rendah,maka hal tersebut menjadi tantangan buat kita sebagai mahasiswa simkes untuk meningkatkannya……gimana??????????????

  17. 17 haris Agustus 31, 2006 pukul 4:07 am

    Isu utama yang terkait masih rendahnya Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia adalah SMD kita yang masih kurang baik secara kuantitas maupun secara kualitas.

  18. 18 anis Agustus 31, 2006 pukul 4:07 am

    pak Yose, setahu saya belum pernah digunakan. Depkes sebenarnya mendapatkan grant dari WHO untuk melakukan sosialisasi tool tersebut. Jika bisa kita Indonesiakan, kita bisa memberikan kontribusi nyata ke Depkes dan WHO.

  19. 19 RM Agustus 31, 2006 pukul 4:07 am

    coy, klo mau buat kesimpulan yang benar dong, nggak ada nilainya mbok belum lengkap udah diekspos !

  20. 20 EDI ROYANDI Agustus 31, 2006 pukul 4:08 am

    Kalau yang menilai Resaurces berasal dari pengamatan untuk daerah Jawa Tengah, trus yang menilai Data Management berasal dari pengamatan untuk daerah Sumbar, bagaimana kira-kira kesimpulannya? Benarkah SIK kita rendah?

  21. 21 dino sumaryono Agustus 31, 2006 pukul 4:10 am

    Pak Anis, saya sangat setuju…..buanget, karena Tools tersebut dapat kita manfaatkan untuk penerapannya di lapangan setelah kami menyelesaikan pendidikan S2 di UGM ini…….

  22. 22 yose Agustus 31, 2006 pukul 4:10 am

    pak anis , komentar bapak membuat saya prihatin terhadap Pemerintah dalam hal ini Depkes karena hal yang penting ini yang telah ada dana sosialisasinya mengapa tidak dilaksanakan , ini perlu diberikan semacam perkuliahan menthal hazard di UGM , terima kasih pak atas penjelasannya

  23. 23 simkesugm06 Agustus 31, 2006 pukul 4:11 am

    menurut aams yang penting dari SIK adalah SDM, tetapi yang saya alami semuanya nya akan bermuara ke policy maker, nah mentoknya itu di mereka, sudah capek-capek buat SIK eh tahu-tahu ketemua para PM tsb tdk terealisasi

    hdajatul@yahoo.com

  24. 24 yul Agustus 31, 2006 pukul 4:12 am

    mudah-mudahan setelah kita belajar simkes ini SIK di indonesia sudah membaik dikarenakan peminatan simkes ini banyak

  25. 25 yul Agustus 31, 2006 pukul 4:15 am

    mudah-mudahan setelah kita belajar simkes ini SIK di indonesia sudah membaik dikarenakan peminatan simkes ini banyak he…..he

  26. 26 jaka at.al Agustus 31, 2006 pukul 4:16 am

    PERTAMA : untuk penilaian perlu melibatkan berbagai sektor terkait, sehingga perlu dana relatif besar.

    KEDUA : perlukan peniaian ini didukung / dilampirkan dokumen bukti kegiatan???

    KETIGA : perlu kejujuran dalam memberikan penilaian (seperti kuliah perdana dengan dr. Mubasysyr).

  27. 27 Anne Chasny Maret 5, 2016 pukul 2:22 am

    Update .. Assessment 2016 akan dilaksanakan, ayo yang mau kontribusi. Sementara sudah ada Pak Rustamadji, anak buahnya Pak BJ Habibie. Tools masih HMN, sementara ada tools lainnya seperti OneHealth, SARA, PRISM dll yang perlu diadop dan dijadikan Indonesia supaya lebih ngebumi… ada lagi togaf, CMMI, dkk untuk mengevaluasi IT SIK .. jadi .. ayo ikutan kontribusi yuk.

  28. 28 dino sumaryono Maret 16, 2016 pukul 6:19 am

    Wah…wah…wah….ini penawaran yang menarik. Mari, om Chandra, Pak OD, Pak Konke, Pak Yose, Par Erman, Pak Aley, Pak Rahmad fitrie, Pak Il, Pak Haris, Pak Edi, Pak dhe Uteng, Pak Adit, Pak Roni, Pak Dharma OL, Pak Arif, Pak Dwi, Pak Amran, Pak Hidayatullah, Mas Jaka, Pak Maulidin Noor, Mas Boedi, Uda Riganta, Mas Ugik, Pak Said, Pak Solihin, dan Para Ibuk SIMKES…kita Keroyok, yuuuk…..inget slogan kita, kan? “SIMKES DILAWAN…”, he….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 291,427 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: