Mahasiswa-mahasiwa tersebut adalah
Arsip untuk Kategori 'Uncategorized'
Calon Wisudawan dan Wisudawati SIMKES
Diterbitkan Juli 3, 2007 sistem informasi kesehatan 3 CommentsTags: alumni simkes, wisudawan, wisudawati
Pada tanggal 28-29 Maret 2007, mahasiswa SIMKES TA. 2006/2007 melaksanakan Workshop Proposal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai media untuk mempersiapkan proposal tesis mahasiswa, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada semsester 3. Pada kesempatan ini setiap mahasiswa mempresentasikan rencana penelitiannya, yang didalamnya berisi latar belakang, tujuan, manfaat sampai dengan metode penelitiannya. Hampir seluruh mahasiswa sudah memepersiapkan proposal tesis, dengan jumlah yang telah presentasi sekitar 14 mahasiswa. Topik-topik yang disampaikan antara lain mengenai sistem informasi kepegawaian, perancangan web, prototipe sistem informasi kesehatan, sistem informasi geografis dsb.
Terdapat beberapa hal yang menarik, antara lain mengenai penelitian satu payung. Bahwa beberapa mahasiswa meneliti atau membuat suatu software bersama, akan tetapi aspek penelitiannya berbeda. Jenis penelitian ini nantinya akan dilakukan oleh 3 mahasiswa dengan latar belakang instansi yang berbeda, yaitu dinas kesehatan dan rumah sakit. Selain itu terdapat master plan untuk situs web, dimana dibahas mengenai ketentuan atau aturan, desain, isi sampai dengan interaksi penggunanya dan penggunaan SMS Gateway untuk pelaporan cepat PWS KLB.
Nia
Internasional Master Program in Public Health (IMP-PH)akan menyelenggarakan Studium Generale dengan topik : Sistem Pelayanan Kesehatan Jepang Dan Kunci Sukses Jepang Dalam Kesehatan Masyarakat oleh Prof. Yoshihisa Watanabe (Tokai University Japan) pada
Hari/Tanggal : Kamis, 15 Maret 2007
Pukul : 13.00 – 15.00 WIB
Tempat : Ruang Theater Perpustakaan Lt. 2 FK UGM
Bagi mahasiswa S2 IKM UGM yang berminat silahkan mendaftar di sekretariat IMP-PH (atas kantin) dengan sdr. Arman/Dian.
Tempat terbatas bagi 60 mahasiswa pendaftar pertama. GRATIS
Nia
Seminar Peran Sistem Informasi Kesehatan dalam Desa Siaga
Diterbitkan Maret 3, 2007 Uncategorized 6 CommentsPada tanggal 14 Februari 2007, Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES) mengadakan Seminar Peran Sistem Informasi Kesehatan dalam Desa Siaga, yang bertempat di Auditorium II FK UGM dan dikuti oleh kurang lebih 90 peserta yang berasal dari beberapa instansi seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas,Akper, Poltekes di Yogya dan Jateng, serta mahasiswa Simkes dan IKM. Seminar ini diadakan dalam rangka mendukung visi Departemen Kesehatan yaitu “ Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat” dengan misi ”Membuat rakyat sehat”, serta dengan strategi “Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat”. Dalam seminar ini dipaparkan beberapa topik mengenai peran informasi sebagai suatu unsur yang penting dalam pemberdayaan potensi-potensi yang ada di masyarakat khususnya dalam hal pelayanan kesehatan. Adapun topik-topik tersebut adalah sebagai berikut:
• Kebutuhan informasi kesehatan bagi keluarga sebagai “primary producers of health”, oleh Dra. Budi Wahyuni, MM., MA
• Pemanfaatan informasi dalam pelayanan kesehatan di komunitas: posyandu, pos, kesehatan desa dan polindes, oleh drg. Senik Windyati.
• Sistem informasi dalam pelayanan kesehatan primer dan integrasi vertikal pelayanan di masyarakat, puskesmas dan rumah sakit, oleh Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
• Sistem informasi untuk mendukung program kesehatan masyarakat di tingkat desa, oleh dr. Kristiani, SU
• Teknologi informasi untuk mengoptimalkan program desa siaga, oleh Anis Fuad, DEA
• Radio Komunitas Wiladeg (Sukoco-Kepala Desa Wiladeg, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul)
• Pengalaman Hj. Supadmi (Kasi KIA Dinkes Kab. Bantul)
Seminar ini dibagi menjadi tiga sesi, dimana sesi 1 dengan moderator Bapak Arie Sujito, S.Sos, Msi, Sesi 2 dimoderatori oleh Bapak Haryanto, SKM, Mkes, dan sesi terkahir oleh Bapak Anis Fuad, DEA.
Berikut sedikit mengenai apa yang disampaikan oleh pembicara dalam seminar tersebut:
Sesi pertama diawali oleh pemaparan Ibu Wahyuni, dimana awal prsentasinya menceritakan mengenai kasus permasalahan kesehatan yaitu kasus anak yang menderita gizi buruk dan cerita suatu keluarga beberapa anggotanya mengalami kelumpuhan. Kedua hal di atas merupakan salah satu contoh dimana dalam perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini masih terdapat kurangnya informasi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan. Lebih lanjut Ibu Wahyuni mengatakan bahwa kondisi tersebut mengingatkan pada bagaimana pemerintah (Departemen Kesehatan) bertanggung jawab atas terpenuhinya informasi kesehatan bagi keluarga.
Berkenaan dengan terpenuhinya informasi kesehatan bagi keluarga, maka informasi dasar yang harus dimengerti adalah mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, yang didukung dengan adanya PHBS untuk meningkatkan derajad kesehatan.
Sehingga pada pokoknya adalah informasi kesehatan dapat di kelola sedemikian rupa sehingga dapat didistribusikan hingga tingkat keluarga agar dapat diterima, dijalankan dan dijadikan sebagai dasar.
Ibu Senik menyampaikan mengenai bagaimana pemanfaatan sistem infomasi dalam pelayanan kesehatan. Bertumpu pada puskesmas yang merupakan pelayanan klinis dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam bentuk manajemen kesehatan wilayah. Dimana dalam pelaksanaannya puskesmas didukung dengan adanya beberapa komunitas-komunitas pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat, seperti Posyandu, Poskesdes dan Polindes. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada di puskesmas dan komunitas tersebut, informasi merupakan unsur yang sangat penting sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, perencanaan dan evaluasi. Adanya informasi yang memadai juga akan membentuk suatu sistem kewaspadaan dini terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan sistem informasi untuk penanggulangan masalah kesehatan dengan aplikasi Sistem informasi Geografis dalam monitoring dan pengelolaan program pelayanan kesehatan masyarakat, yang memanfaatkan teknologi informasi. Dengan adanya aplikasi ini akan mempermudah dalam pemantauan permasalahan kesehatan di suatu wilayah.
Pada penutup sesi pertama ini Pak Hari menyampaikan mengenai sistem informasi kesehatan primer. Bahwa desa siaga bukanlah sekedar suatu hal yang harus berbentuk gedung atau baliho, tetapi lebih kepada penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya pomotif, preventif dan kuratif terhadap permasalahan kesehatan. Dapat dikatakan bahwa desa siaga merupakan jaringan pengetahuan dan kewaskitaan. Dimana dalam kesiagaan diperlukan komunikasi informasi dan pengetahuan. Selain itu perlunya sumberdaya yang dapat mengaitkan keluarga, petugas kesehatan dan sarana kesehatan.
Contohnya adalah pelajaran dari Purworejo, bahwa desa siaga merupakan desa yang terus belajar bersama meningkatkan hidup, desa siaga merupakan upaya untuk semakin sejahtera dan desa siaga difasilitasi oleh pemerintah dan swasta agar dapat terus memberdyakan diri.
Beranjak pada sesi 2, di buka denga presentasi Ibu Kristiani mengenai sistem informasi untuk mendukung program-program kesehatan masyarakat. Pengelolaan data di puskesmas berasal dari unsur-unsur manajemen puskesmas, kegiatan program pokok dan pengembangan, kegiatan luar gedung, laporan obat, masyarakat dan lintas sektoral. Manajenen data dan penggunaan informasi di pusksemas, meliputi data input dari berbagai unsur-unsur dan instrumental input berupa form, hardware dan software. Selanjutnya akan dilakukan manajemen data berupa entri, rekapitulasi, analisis, interpretasi, penyajiaan serta penyebarluasan data. Setelah dilakukan manajemen data maka akan menjadi hasil analisis berupa informasi harian, informasi bulanan dan informasi tahunan. Outputnya beupa laporan yang akan dilporkan ke Dinas Kesehatan, yaitu laporan puskesmas, SP3 dan program. Adapun data yang ada juga akan digunakan sebagai dasar penyusunan POA/PTP, evaluasi, pedoman, dll.
Selanjutnya Bapak Anis Fuad menyampaikan mengenai peran teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung program desa siaga. Awal pemaparan disampaikan bahwa desa siaga adalah desa yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. Sedangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan suatu perangkat keras dan lunak serta infrastruktur yang dapat mengolah data menjadi suatu informasi dan berkembang dengan cepat, akan tetapi tidak semua desa dapat mengaksesnya. Sehingga perlu adanya dukungan dalam hal inovasi TIK, agar kemampuan dan sumber daya yang ada di masyarakat dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan. Bahwa dengan inovasi TIK, maka terdapat kemapuan mendeteksi masalah kesehatan, membuat pelaporan dan memanjemen informasi kesehatan.Bentuk dari inovasi TIK tersebut antara lain pemanfaatan sms untuk kepatuhan minum obat Tb dan melaporkan ibu hamil beresiko tinggi.
Pada sesi terkahir disampaikan pengalaman Bapak Sukoco (Kepala Desa Wiladeg Karangmojo Gunungkidul) mengenai adanya radio komunitas Wiladeg yang digunakan sebagai sarana penyebaran informasi dan hiburan bagi masyarakat sekitar, guna lebih mengedepankan potensi setempat. Pengalaman berikutnya disampaikan oleh Ibu Hj. Supadmi (Kasi KIA Dinkes Kab Bantul) mengenai sistem informasi dalam desa siaga, khususnya penggunaan sistem informasi dalam hal kesehatan ibu dan anak.
Dalam seminar ini juga dilakukan demo software yang merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi informasi dan komunikasi, yaitu sms pelaporan ibu hamil resiko tinggi. Dalam sistem pelaporan melalui sms ini terdapat nama ibu hamil dan kode wilayah tinggalnya, dengan hasil tersebut maka akan dibuat pelaporan untuk pemantauan.
Nia
Ketertarikan praktisi kesehatan dalam Sistem Informasi Kesehatan saat ini semakin meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk pelayanan yang maksimal, untuk itu kami memberikan sebuah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dalam Sistem Informasi Kesehatan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Berikut adalah beberapa kegiatan (seminar dan pelatihan) yang akan diadakan pada tahun 2007 :
-
Peran Sistem Informasi Kesehatan dalam DESA SIAGA
15 Februari 2007 Rp. 200.000/ orang
-
Seminar Sehari Manajemen Proyek Sistem Informasi Kesehatan Daerah
(Perencanaan, Pengelolaan, dan Penyelesaian)
24 Februari 2007 Rp. 300.000/ orang
-
Pelatihan SURKESDA
Pengumpulan dan Analisis Data Menggunakan Epi Info 3.3.2 (angkatan ke II)
1-3 Maret 2007 Rp. 750.000/ orang
-
Seminar sehari tentang aspek organisasi dan SDM dalam pengembangan SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Daerah)
17 Maret 2007
-
Pelatihan Informatika Kesehatan Masyarakat (angkatan II)
23 – 24 Maret 2007 Rp.500.000/ orang
-
Workshop Rencana Induk & Operasional Sistem Informasi Kesehatan Daerah
13 – 14 April 2007 Rp. 400.000/ orang
-
Pelatihan Pemetaan Pola Penyakit & Pelayanan Kesehatan
Peran Sistem Informasi Geografis (angkatan ke III)
24 – 26 Mei 2007 Rp. 750.000/ orang
-
Pelatihan Pengembangan Situs Web Dinas Kesehatan
7 – 9 Juni 2007 Rp. 750.000/ orang
-
Pelatihan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Menggunakan PHP dan Mapserver (angkatan ke II)
22 – 24 Juni 2007 Rp. 750.000/ orang
-
Seminar Teknologi Portabel Pendukung Sistem Informasi Klinik Menggunakan PDA dan Tablet PC
Bali tanggal 28 April 2007 Rp. 2,5 juta
-
Pelatihan Manajemen data kesehatan menggunakan Epi Info 3.3.2 ( angkatan III)
NTB, NTT, Sultra 30 April 2007 dan 1 Mei 2007
-
Pelatihan Pengembangan Sistem Manajemen Database Dinas Kesehatan dengan MySQL
5 – 7 Juli 2007 Rp. 750.000/ orang
-
Pelatihan instalasi Jaringan LAN dan Wireless LAN
20 – 21 juli 2007 Rp. 500.000/ orang
-
Pelatihan Enterprise Resource Planning untuk manajemen rumah sakit menggunakan Compiere
3 – 4 Agustus 2007 Rp. 2.500.000/ orang
-
Pelatihan Mengembangkan SMS Gateway untuk Pelaporan Cepat di Dinas Kesehatan
24 – 25 Agustus 2007 Rp. 500.000/ orang
Keterangan :
-
Pelatihan akan dilaksanakan apabila jumlah peserta lebih dari 20 orang.
-
Pendaftaran paling lambat 3 hari sebelum pelatihan dilaksanakan.
-
Pendaftaran 3 orang atau lebih akan mendapat discount 5 %.
-
Pendaftaran sebelum batas akhir pendaftaran (3 hari sebelum pelaksanaan) akan mendapat souvenir.
-
Peserta yang membawa laptop untuk pelatihan berkomputer mendapat discount 10 %.
Contact Person :
Kartika Sari
Phone. 0274-549432
Mobile. 08161850246
E-mail: pico_kaka@yahoo.com
Seminar Peran Sistem Informasi Kesehatan dalam DESA SIAGA
Diterbitkan Januari 19, 2007 sistem informasi kesehatan 12 CommentsDesa siaga tidak hanya sekedar konsep yang bertengger di atas awan. Dengan mengacu visi Departemen Kesehatan agar rakyat indonesia dapat mewujudkan kesehatan secara mandiri, perlu dilakukan tindakan-tindakan nyata. Sebagai contoh, pembentukan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang bertujuan agar setiap desa mampu mengidentifikasi dan mencegah bencana, wabah, kurang gizi dan persoalan-persoalan lain. Poskesdes diharapkan pula untuk merevitalisasi upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat seperti posyandu, pos obat desa, ambulans desa, bank darah desa, kelompok pemakai air dan koperasi jamban.
Secara umum ada 4 strategi dalam menggerakkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan :
-
Memberdayakan masyarakat agar mampu berperilaku hidup sehat.
-
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
-
Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan.
-
Meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Seminar sehari ini merupakan langkah awal untuk mengoperasionalkan strategi-strategi tersebut, khususnya berkaitan dengan sistem informasi kesehatan.
Adapun topik-topik yang akan disampaikan adalah sebagai berikut :
Sesi I
-
Kebutuhan informasi kesehatan bagi keluarga sebagai “primary producers of health”.
Oleh Dra. Budi Wahyuni, MM., MA.
-
Pemanfaatan informasi dalam pelayanan kesehatan di komunitas : posyandu, pos kesehatan desa dan polindes.
Oleh drg. Senik Windyati
-
Sistem informasi dalam pelayanan kesehatan primer dan integrasi vertikal pelayanan di masyarakat, puskesmas dan rumah sakit.
Oleh Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
Sesi II
-
Sistem informasi untuk mendukung program-program kesehatan masyarakat di tingkat desa. Oleh dr. Kristiani, SU
-
Teknologi informasi untuk mengoptimalkan program desa siaga.
Oleh Anis Fuad, DEA
Sesi III
Panel dan Demo Software
Moderator :
Arie Sujito, Sos., Msi
Haryanto, SKM, Mkes
Anis Fuad, DEA
Pelaksanaan:
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Februari 2007
Tempat : Audit II FK UGM
Susunan Acara :
Pembukaan 08.00 – 08.15
Coffee Break 08.15 – 08.30
Sesi I 08.30 – 11.00
Sesi II 11.00 – 13.00
ISHOMA 13.00 – 14.00
Sesi III (Panel & Demo Software) 14.00 – 15.00
Penutup & Coffee Break 15.00 – 15.30
Fasilitas :
Modul
Seminar Kit
Snack
Lunch
Sertifikat
Kontribusi Peserta :
Umum : Rp 200.000
Alumni & Mahasiswa Non SIMKES : Rp 100.000
Informasi Pendaftaran :
Rosita/Nia
Sekretariat SIMKES
Jl. Farmako Sekip Utara Gedung IKM Lt. 3
Telp/Fax : (0274) 549432
Presentasi metodologi penelitian, Senin/15 Januari 2007 teknis pelaksanaan sebagai berikut :
- Sabtu, 13 Januari 2007 bahan presentasi hard dan soft copy harap sudah dikumpulkan ke sekretariat SIMKES
- waktu presentasi per kelompok 15 menit dengan alokasi 10 menit penyahian dan 5 menit diskusi
- perkuliahan akan dimulai pukul 07.30 WIB
Dengan ini saya sampaikan jadwal perkuliahan semester 1 tahun 2007 terbaru :
| JADWAL PERKULIAHAN SIMKES | ||||
| No | Hari/Tanggal | Jam | Mata Kuliah | Dosen |
| SEMESTER 1 | ||||
| 1 | Senin, 8 Jan 2007 | 08.00 – 10.00 | Metodologi Penelitian | AF |
| 2 | Selasa, 9 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Promosi Kesehatan | IP |
| 13.00 – 15.00 | Promosi Kesehatan | YSP | ||
| 3 | Rabu, 10 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Promosi Kesehatan | YSP |
| 10.00-12.00 | Epidemiologi dan Surveillans | HP | ||
| 4 | Kamis, 11 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Epidemiologi dan Surveillans | HP |
| 5 | Jumat, 12 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Promosi Kesehatan | SP |
| 6 | Senin, 15 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Metodologi Penelitian | AU,AF |
| 10.15 – 12.15 | Promosi Kesehatan | YSP | ||
| 13.30 – 15.30 | Promosi Kesehatan | YSP | ||
| 7 | Selasa, 16 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Statistik Kesehatan | DP |
| 10.15 – 12.15 | Statistik Kesehatan | DP | ||
| 13.30 – 15.30 | Statistik Kesehatan | NN | ||
| 8 | Rabu, 17 Januari 2007 | 08.00 – 10.00 | Statistik Kesehatan | NN |
| 10.15 – 12.15 | Statistik Kesehatan | NN | ||
| 9 | Senin,20 – 26 Januari 2007 | UJIAN | ||
| SEMESTER 2 | ||||
| 10 | Senin, 29 Jan-2 Feb 2007 | Her registrasi mahasiswa lama (2005&2006) | Program S2 IKM | |
| 11 | 5 Februari – 17 Maret 2007 | Perkuliahan Semester 2 | SIMKES | |
Seluruh Pengelola dan Staf SIMKES mengucapkan :
Selamat Natal 2006, Tahun Baru 2007
&
Hari Raya Idul Adha
Rabu, 06 Desember 2006 saya dan Mbak Rosita berkesempatan mengikuti Seminar Nasional “Kepemimpinan Dalam Penyelarasan Teknologi Informasi Dalam Manajemen Dan Birokrasi Pemerintah Daerah” yang diadakan oleh Megister Teknologi Informasi bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar tersebut menghadirkan :
-
Direktur e-Gov Depkominfo (Ir. Djoko Agung, MM) sebagai keynote speaker dengan topik Strategi dan kebijakan pemerintah untuk mendukung penyiapan SDM dan membangun kepemimpinan yang kondusif dalam rangka implementasi e-Gov di pemerintah daerah.
-
Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP, Ph.D. (Kepala Badan Informasi Daerah DIY) dengan topik Pemanfaatan TI di lingkungan pemerintah daerah: strategi yang sesuai untuk realita yang dihadapi.
-
Krisna Nugraha (Cleon Consulting) dengan topikPentingnya penyelarasan TI dalam proses-proses penyelenggaraan pemerintahan dan strategi implementasinya.
-
Dr. Ir. Lukito Edi Nugroho M.Sc (Direktur MTI UGM) dengan topik Penyiapan SDM untuk melaksanakan kepemimpinan yang diperlukan dalam penyelarasan TI.
-
Yappie Eka Prasetya (Public Sector Government PT Microsoft Indonesia) dengan topik Contoh-contoh dukungan teknologi danbest practice penerapannya dalam penyelarasan TI.
Dalam seminar itu secara garis besar membahas mengenai perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan untuk mengembangkan suatu sistem informasi di pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada publik. Pemanfaatan tersebut direalisasikan oleh pemerintah pusat dengan diluncurkannyae-Gov (electronic government). Dalam penerapan e-Gov merupakan tanggung jawab yang cukup besar, mengingat kendala-kendala yang ada di lapangan dan menyelaraskan tujuan dan strategi antar instansi-instansi yang ada. Sehingga dibutuhkan pemimpin yang dapat memanfaatkan informasi teknologi untuk menerapkan e-Gov dengan baik dan menghasilkan peluang-peluang pelayanan yang berkualitas. Profesi tersebut sering disebut dengan Chief Information Officer (CIO).
Masing-masing pembicara memaparkan mengenai pemanfaatan teknologi informasi ini dalam penerapan e-Gov, termasuk mengenai apa dan bagaimana peranan CIO dalam suatu organisasi. Berikut ini sekilas mengenai isi dari seminar e-Gov :
Strategi dan kebijakan pemerintah untuk mendukung penyiapan SDM dan membangun kepemimpinan yang kondusif dalam rangka implementasi e-Gov di pemerintah daerah (Ir. Djoko Agung, MM)
Kemajuan teknologi informasi mengakibatkan adanya kolaborasi dan integrasi antar fungsi bahkan lembaga. Perkembangan dalam teknologi informasi dan kominikasi ini juga mendorong penyelenggaraan pemerintahan tidak dengan manual lagi. Dengan kata lain transformasi menuju e- Government, seperti perubahan budaya kerja dengan menggunakan internet, perubahan proses kerja dengan menggunakan aplikasi-aplikasi dan lain-lain. Akan tetapi tidaklah mudah dalam penerpannya, sehingga diperlukan CIO yang memimpin dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu dibentuklah Dewan TIK Nasional, yang bertugas membuat arahan strategi daya guna TIK, menyelesaikan masalah TIK, koordinator nasional dan badan persetujuan lintas departemen.
Pemanfaatan TI di lingkungan pemerintah daerah: strategi yang sesuai untuk realita yang dihadapi (Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP, Ph.D.)
Pemanfaatan teknologi informasi di peperintahan daerah terbagi menjadi 3, yaitu teknologi informasi untuk pengolahan data untuk setiap instansi, untuk sistem integrasi lintas instansi dalam pengambilan keputusan dan sebagai sistem informasi startegis daya saing dalam memenerikan pelayanan. Akan tetapi penerapan teknologi informasi pada setiap daerah tidaklah sama, bergantung pada kondisi masing-masing daerah. BID (Badan Informasi Daerah) menjadi suatu badan yang menjadi mediator dalam pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah daerah., yang memiliki tugas antara lain membuat pedoman, melatih dan sebagai server. tahap-tahap dalam pemanfaatan teknologi yang dikembangakan oleh BID berawal dari entri data yang terpusat, integrasi data, sampai sistem integrasi data berjalan.
Penyiapan SDM untuk melaksanakan kepemimpinan yang diperlukan dalam penyelarasan TI (Dr. Ir. Lukito Edi Nugroho M.Sc)
Implementasi E-Gov hanya dapat dilakukan dengan sumber daya manusia yang tangguh, karena pemerintah harus dapat menanggapi kebutuhan masyarakat melalui penggunaan teknologi informasi yang selaras, baik dalam hal visi, misi, rencana strategis, pengelolaan teknologi informasi, proses dan mekanisme birokrasi, dukungan infrastruktur dan layanan teknologi informasi serta penguatan sumber daya manusia.
Pentingnya penyelarasan TI dalam proses-proses penyelenggaraan pemerintahan dan strategi implementasinya (Krisna Nugraha)
Keselarasan antara teknologi informasi dengan keseluruhan strategi perusahan tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Hal ini membutuhkan keterlibatan secara aktif dari berbagai level dan aktivitas dalam perus, membutuhkan manajemen yang bekerja secara aktif membutuhkan usaha yang berkesinambungan dan keahlian baik di dalam maupun di luar organisasi. Keselarasan teknologi informasi ini membutuhkan keberanian untuk pengambila resiko. Hal ini juga membutuhkan kepemimpinan yang kuat
Untuk lebih dalam memahami mengenai apa yang disampaikan oleh Pembicara, materi seminar dapat download di http://mti.ugm.ac.id/seminardocs/CIO-MTI-PemerintahDaerah/
By: Rosita & Nia


Komentar Anda