September 2011, Puskesmas Sudah Bisa Pakai Resep Elektronik

Foto bersama Vera Cs

Berita gembira bagi perkembangan SIK. Walapun kita belum tahu kejelasannya namun, menurut berita dikabarkan bahwa tahun 2011 ini Insya Allah penerapan pencatatan RM pasien di Puskesmas akan diujicobakan menggunakan data elektronik.   Berikut Petikan berita pada detikHealth (Merry Wahyuningsih – detikHealth – Jumat, 01/07/2011 17:02 WIB) Jakarta, Jika selama ini resep obat di sebagian besar Puskesmas masih dilakukan secara manual, maka per September 2011 seluruh Puskesmas di Indonesia akan memiliki layanan resep elektronik. Fasilitas ini dapat membantu dan sangat menghemat waktu bagi pasien maupun petugas kesehatan.

E-Prescription atau resep elektronik merupakan transmisi elektronik resep obat dari komputer pembuat obat ke komputer bagian farmasi. Ini merupakan komponen dari SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten) elektronik (Puskesmas dan rumah sakit). ”Kita bisa masukkan semua aturan obat, jadi kalau ada dokter yang mungkin salah memberi resep atau kelebihan dosis itu bisa ada warning kalau salah,” jelas dr Jane Soepardi, MPH, DSc, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, dalam acara media briefing ‘Pengembangan & Penguatan Sistem Informasi Kesehatan’ di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Dengan berlakunya resep elektronik tersebut, maka banyak keuntungan yang dirasakan petugas kesehatan maupun pasien, antara lain: Mempercepat pelayanan pasien atau mengurangi waktu tunggu pasien (efisien)Menghindari kesalahan menulis dan membaca nama obat dan dosis obatMencegah kemungkinan terjadinya alergi dan interaksi obatMemberikan peringatan terhadap obat-obat tertentu yang bisa menimbulkan reaksi merugikanMempermudah pemantauan ketersediaan (stok) dan kebutuhan obatMempromosikan pemakaian obat generikMenghemat tempat penyimpanan arsipMempermudah analisis penyakit dan pemakaian obat. ”Jika dulu pasien harus berkali-kali antre di Puskesmas, antre periksa dan antre apotek, maka nantinya bisa menghemat waktu. Begitu pasien datang data administrasinya sudah tersambung ke dokter dan begitu dokter memberikan resep, resepnya langsung disampaikan ke apotek, jadi nanti pasien tinggal ambil saja tidak perlu antre lagi. Hemat waktu jadinya,” jelas dr. Jane.

Resep elektronik hanyalah bagian kecil dari SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten) elektronik, yaitu pusat data yang bisa diakses oleh semua Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten. Dengan SIKDA elektronik, semua data administrasi dari seluruh Puskesmas tidak lagi ditulis secara manual tetapi sudah terkomputerisasi dan terhubung dengan satu jaringan wireless atau internet yang terpusat di kabupaten atau dinas kesehatan setempat.

“Untuk saat ini baru ada 40 persen kabupaten di Indonesia yang sudah memiliki SIKDA elektronik, namun pada September 2011 akan dibagikan SIKDA generik secara gratis kepada seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia. Dan tahun 2012 diharapkan semua unit pelayanan baik Puskesmas dan RS, pemerintah maupun swasta sudah terjalin dengan SIKDA,” lanjut dr Jane.

SIKDA sendiri mencakup berbagai pelayanan elektronik, tidak hanya resep elektronik (e-prescription), tetapi ada juga e-archive, e-radiologi, e-laboratorium dan lain-lain.

SIKDA secara keseluruhan juga memiliki manfaat, yaitu :

  1. Terhadap masyarakat.
  2. Waktu tunggu pasien berkurang.
  3. Mengurangi medical error.
  4. Pelayanan kesehatan lebih efektif dan efisien.

Terhadap penyelenggara pelayanan :

  1. Mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga lebih banyak waktu untuk pasien
  2. Pembuat keputusan mempunyai informasi yang tepat dan cepat.

Sejak tahun 1990-an, sebenarnya ada banyak RS, kabupaten/kota dan provinsi yang sudah mengembangkan sendiri SIKDA. Inisiatif SIKDA elektronik yang sudah ada di Indonesia antara lain:

  1. Provinsi DIYKab. Bantul
  2. Kab. Purworejo
  3. Kab. Ngawi
  4. Kota Bandung
  5. Kota Jembrana Bali
  6. Provinsi NTB
  7. Provinsi Aceh
  8. Kota Batam
  9. Kab. Padang Pariaman
  10. Kota Balik Papan
  11. Kota Tomohon
  12. Dan hampir semua RS tipe A, RS vertikal dan RS swasta

“Nantinya kalau sudah berlaku SIKDA elektronik, kalau RS atau kabupaten punya software sendiri yang lebih canggih itu boleh saja dipakai, asal datanya bisa tersambung ke SIKDA,” ujarnya.

About these ads

2 Responses to “September 2011, Puskesmas Sudah Bisa Pakai Resep Elektronik”


  1. 1 Puskesmas Sungai Ayak Oktober 22, 2011 pukul 1:44 pm

    Kami dari Puskesmas di pedalaman Kalimantan, tepatnya Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Sepertinya tidak semudah yang dikatakan bulan sekian semuanya sudah bisa SIKDA online. Boleh saja softwarenya dibagikan ke seluruh Kabupaten pada bulan yang disebutkan dan pada bulan tersebut semua Kabupaten sudah menerima SIKDA-nya. Tapi pelaksanaan ke Puskesmas bagaimana ? Tentu memerlukan anggaran pula yang mana mesti diperjuangkan oleh orang Dinkes Kabupaten supaya bisa gol di dewan. Kalau tidak, yah ….. bisa aja softwarenya jadi rongsokan, lama-lama dilupakan, seperti juga beberapa software lain produksi pusat yang nyangkut di Dinkes misalnya program Kartini, Aplikasi Pendataan Puskesmas.
    Namun demikian, kami berharap program ini bisa dijalan di Puskesmas kami pada suatu saat kelak.
    Salam

  2. 2 Chandra Saja Oktober 26, 2011 pukul 2:06 am

    hehehe … baiknya diskusi ini diikuti jga teman2 di Pusdatin, ato klo mau Diskusi ikut aja Diskusi di Wall FB Pusdatin Pak, bisa lepas unek2 disana …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Prakata

simkes-kelas


Salam ....

Terima kasih atas kunjungan anda di Weblog Karya Siswa Sistem Informasi Kesehatan [SIMKES] IKM UGM Angkatan 2006. Saya mengundang pula kepada kawan-kawan kiranya dapat berpartisipasi menuangkan saran dan pemkirannya lewat Weblog ini.


Wasalam ....

Arsip Tulisan Kami

Blog Stats

  • 261,810 Kali di Baca

RSS DetikiNet

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: