Desa siaga tidak hanya sekedar konsep yang bertengger di atas awan. Dengan mengacu visi Departemen Kesehatan agar rakyat indonesia dapat mewujudkan kesehatan secara mandiri, perlu dilakukan tindakan-tindakan nyata. Sebagai contoh, pembentukan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang bertujuan agar setiap desa mampu mengidentifikasi dan mencegah bencana, wabah, kurang gizi dan persoalan-persoalan lain. Poskesdes diharapkan pula untuk merevitalisasi upaya-upaya kesehatan bersumber masyarakat seperti posyandu, pos obat desa, ambulans desa, bank darah desa, kelompok pemakai air dan koperasi jamban.
Secara umum ada 4 strategi dalam menggerakkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan :
-
Memberdayakan masyarakat agar mampu berperilaku hidup sehat.
-
Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
-
Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan.
-
Meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Seminar sehari ini merupakan langkah awal untuk mengoperasionalkan strategi-strategi tersebut, khususnya berkaitan dengan sistem informasi kesehatan.
Adapun topik-topik yang akan disampaikan adalah sebagai berikut :
Sesi I
-
Kebutuhan informasi kesehatan bagi keluarga sebagai “primary producers of health”.
Oleh Dra. Budi Wahyuni, MM., MA.
-
Pemanfaatan informasi dalam pelayanan kesehatan di komunitas : posyandu, pos kesehatan desa dan polindes.
Oleh drg. Senik Windyati
-
Sistem informasi dalam pelayanan kesehatan primer dan integrasi vertikal pelayanan di masyarakat, puskesmas dan rumah sakit.
Oleh Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
Sesi II
-
Sistem informasi untuk mendukung program-program kesehatan masyarakat di tingkat desa. Oleh dr. Kristiani, SU
-
Teknologi informasi untuk mengoptimalkan program desa siaga.
Oleh Anis Fuad, DEA
Sesi III
Panel dan Demo Software
Moderator :
Arie Sujito, Sos., Msi
Haryanto, SKM, Mkes
Anis Fuad, DEA
Pelaksanaan:
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Februari 2007
Tempat : Audit II FK UGM
Susunan Acara :
Pembukaan 08.00 – 08.15
Coffee Break 08.15 – 08.30
Sesi I 08.30 – 11.00
Sesi II 11.00 – 13.00
ISHOMA 13.00 – 14.00
Sesi III (Panel & Demo Software) 14.00 – 15.00
Penutup & Coffee Break 15.00 – 15.30
Fasilitas :
Modul
Seminar Kit
Snack
Lunch
Sertifikat
Kontribusi Peserta :
Umum : Rp 200.000
Alumni & Mahasiswa Non SIMKES : Rp 100.000
Informasi Pendaftaran :
Rosita/Nia
Sekretariat SIMKES
Jl. Farmako Sekip Utara Gedung IKM Lt. 3
Telp/Fax : (0274) 549432


Seminarnya bagus, kebetulan di tempat saya belajar sekarang juga banyak di training health asisstant, mendidik masyarakat untuk bisa menanggulangi KLB, bencana juga kesehatan secara umum. Perencanaannya menggunakan PRECEDE-PROCEED. Mudah2an sukses
Seminar yang sangat bagus saya sangat mendukung, apalagi kalo sistem informasi kesehatan ini dapat dikembangkan dengan teknologi open source, selain handal juga biayanya akan jauh lebih murah … mudah-mudahan suatu saat dapat diadakan lagi seminar mengenai “SISTEM INFORMASI KESEHATAN BERBASIS OPEN SOURCE” ..
Mohon izin memberikan taut ke situs socail bookmarking yang sedang kami kembangkan http://indoklinik.com.
Bila berkenan jika ada informasi kesehatan silahkan di kirim atau diberi taut ke situs kami http://indoklinik.com.
Desa Siaga menyimpan banyak fenomena yang memerlukan perhatian kita bersama, mudah-mudahan seminar ini dapat menghasilkan konsep Desa Siaga yang benar-benar Siaga, bukan malah Desa Siaga yang Siaganya hari Senin (Klo ada upacara Bendera klo tidak yang santai), andai bisa siaga “24 jam” (:. Sistem Informasi Kesehatan yang baik menurut saya sangat berperan pada pelaksanaan Desa Siaga.
Desa siaga suatu langkah yang tepat untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat, namun perlu dilakukan kajian (diseminarkan)peran aktif lembaga usaha yang ada didesa tersebut dan nantinya bisa menjadi pedoman bagi daerah/kabupaten dan kota yang struktur budaya yang beragam. thanks
program desa siaga adalah bentuk ekspansi kapitalisme ke desa-desa untuk meriberalsasi sampai ketingkat desa.jangan mudah senang dengan program-program yang kelihatan manis di konsep, kita harus lebih kritis pada setiap program-program yang ditawarkan WHO dan lembaga dunia lainnya!karena terbukti membawa mudarat yang luar biasa!begitu juga dengan program Imunisasi,penangggulangan HIV/AIDS dsb.di negaranya sendiri saja terbukti GAGAL TOTAL !!!
mas dani ada materi seminar sistem infformasi desa siaga ga? kalau ada boleh saya pinjam buat cari inspirasi tema tesis, thanks
[chandra] say :
Ass…
Mas eh Pak… leh minta materi seminarnya tuh tentang “Pemanfaatan informasi dalam pelayanan kesehatan di komunitas : posyandu, pos kesehatan desa dan polindes”… untuk keperluan pengembangan desa siaga serta situs kami. Makasih sebelumnya yaaaa….
Wah teori sudah banyak.. orang pinter sudah banyak.. orang mengerti bisa dihitung jari (sedikit) teori doang, tapi prakteknya nihil, bukan poskesdes yg jalan tapi mantri mantri liar didesa banyak menyuntik bebas tanpa pendidikan bgmna dg undang undang kesehatan, pelanggaran donk…..
didesa masih banyak pelanggaran seperti mantri mantri suntik tanpa pendidikan, nonmedis praktek umum, kakek kakek diperiksa bidan ngasih obat (memang mau ngelahirin)… saingan Poskesdes, itu banyak didesa atau dipelosok jelas pelanggaran UU Kesehatan.. jadi COCOKNYA namanya POLISI SIAGA DIDESA Aaaaaaaaaaaman dech…. yah memang pengaturnya ga pernah terjun ke desa jadi ga tau situasi asal ceplok aja begitu mudah NGELUARIN GAGASAN & tentunya BIAYA penghamburaaaan,
belum tentu bisa diterapkan….
anggaran desa siaga telah dikucurkan di beberapa desa di beberapa wilayah kabupaten di jawa timur, namun disinyalir anggaran desa siaga tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, sehingga sasaran desa siaga yang semestinya menyadarkan warga masyarakat terhadap pentingnya kesiagaan terhadap kesehatan dasar dan penyiapan masyarakat terkait sadar bencana hingga saat ini masih belum mencapai sasaran karena itu program ini perlu diawasi dan ditangani secara serius.